Friday, September 20, 2013

Pemeriksaan Sitohistologi untuk diagnosa kanker


Mendengar istilah kanker seringkali membuat jantung berdebar dan secara otomatis merangsang sel-sel otak untuk mengarah pada hal-hal yang sangat mengerikan. Jenis penyakit yang satu ini memang sangat kontroversional. Sebab, berdasarkan realita yang sering kita hadapi, kanker merupakan salah satu penyakit terganas yang sukses merenggut banyak nyawa manusia. Selain itu, yang selama ini kita tahu pula bahwa belum ada obat yang benar-benar bisa menjadi jalan untuk kesembuhan kanker.
Kanker itu sendiri adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Dimana suatu kanker dapat membahayakan tubuh manusia sehingga mengakibatkan kematian.
Tapi tahukah bahwa sebenarnya setiap manusia berpotensi untuk kanker ? Setiap manusia mempunyai sel yang berpotensi untuk membentuk neoplasma (sel kanker). Namun neoplasma tersebut tidak selalu berkembang menjadi kanker.
1.   Kanker jinak   : Umumnya neoplasma tumbuh & berkembang secara lambat serta tidak melewati batas jaringan, sel dilapisi simpai, dan lama-kelamaan akan membesar. Jika neoplasma diangkat, kanker pun akan langsung sembuh, namun akan relaps sewaktu-waktu.
2.   Kanker ganas : Pertumbuhan dan perkembangan neoplasma sangat cepat dan meluas ke jaringan asal sehingga memerlukan penanganan yang cepat agar tidak menimbulkan bahaya tingkat tinggi.
Sel kanker dapat lepas dari sel kanker asal (primary cancer atau kanker primer) melalui aliran darah atau saluran limfatik dan menyebar ke bagian tubuh lain. Apabila sel tersebut mencapai bagian lain (menyebar) dari tubuh dan berkembang membentuk tumor baru di bagian itu disebut tumor sekunder (secondary tumor) atau metastasis.
Bagaimanakah ciri-ciri dari kanker ?
Ciri yang paling spesifik sebagai penanda kanker adalah adanya benjolan pada bagian tubuh tanpa disertai rasa sakit. Umumnya kehadiran benjolan tersebut awalnya tidak disadari oleh penderita. Biasanya ketika seseorang dengan ciri tersebut datang ke rumah sakit, dokter akan mengatakan bahwa itu adalah tumor. Istilah tumor memang erat kaitannya dengan kanker, karena tumor ganas hanya merupakan istilah lain dari kanker. Namun, bagi sebagian besar para dokter, penggunaan istilah kanker dirasa terlalu menyakitkan untuk diungkapkan kepada pasien. Maka, lazimnya para dokter tidak secara langsung memberitahukan kepada pasien bahwa penyakit yang dideritanya adalah kanker, melainkan tumor.
Penderita kanker umumnya hidup dalam ketidaknyamanan. Biasanya mereka akan merasakan nyeri yang luar biasa pada tubuhnya, karena sel-sel kanker telah menggerogoti organ-organ dalam tubuh. Adanya rasa putus asa pun menjadi suatu hal yang dekat dengan kehidupan para penderita kanker. Keputusasaan akan rasa sakit yang tiada tertahan di saat-saat tertentu, kepasrahan tentang masa hidup yang menjadi misteri, serta segala hal yang membuat kehidupannya berputar sangat jauh dari masa-masa sehat. Itulah salah satu hal yang paling menyedihkan saat kita membicarakan kanker. Sering sekali terbesit dalam pikiran kita betapa mengerikannya kanker, juga dalam hati menimpali akan perasaan iba yang mendalam ketika kita menyaksikan kehidupan para penderita kanker, atau mendengar bahwa saudara/teman kita mengidap kanker, dsb.
Tentu saja sebagai makhluk yang normal, kita selalu ingin hidup sehat. Di mana kesehatan itu tidak saja berekspektasi pada kesempurnaan fisikal, melainkan sehat secara ruhaniyah dan juga sosial. Karena apabila seseorang telah dinyatakan kanker, dia akan cenderung mengasingkan diri dari keramaian, dan menutup diri rapat-rapat. Mungkin hal tersebut hanya terjadi pada sebagian kecil dari para penderita kanker. Bagaimanapun, tidak semua penderita kanker melakukan hal seperti itu. Sebab, Tuhan itu Maha Besar, melebihi kebesaran & kehebatan kanker yang ulung dalam merenggut nyawa manusia. Maka bagi mereka yang masih sangat meyakini Kebesaran Tuhan, mereka akan tetap tegar. Adapun bagi mereka yang berlarut-larut berkelut dalam duka akibat kanker yang dideritanya bukan berarti mereka tak meyakini Kebesaran Tuhan, karena kekhawatiran sifat manusia itu wajar selama tidak berlebih.
Oleh karena itu, rasanya sangat perlu bagi orang-orang yang masih terbebas dari kanker untuk melakukan pola hidup sehat agar jauh dari kanker, seperti berikut :
1.   Selektif dalam memilih makanan. Hindari makanan yang mengandung pemanis buatan, pewarna buatan, dan pengawet. Karena kesemua komponen tersebut bersifat karsinogenik (dapat merangsang kanker).
2.   Olahraga teratur. Kurangnya gerak juga dapat membahayakan kondisi tulang-tulang kita.
3.   Gunakan masker saat berdekatan dengan bahan-bahan karsinogenik yang dapat terhirup. Contoh : Bensin. *Para pekerja SPBU beresiko tinggi terserang kanker paru, karena sehari-harinya mereka kontak langsung dengan aroma bensin (benzene).
Penanganan Kanker
          Dewasa ini, telah dikenal pemeriksaan SITOHISTOLOGI yang sangat berguna sebagai penunjang diagnosa kanker.
          SITOHISTOLOGI merupakan kombinasi dari pemeriksaan SITOLOGI dan HISTOLOGI.
Ø  Pemeriksaan Sitologi
SITOLOGI berasal dari dua kata CYTO = Sel dan LOGOS = Ilmu.
Pemeriksaan Sitologi digunakan untuk memeriksa sel kanker sebelum operasi bedah. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup pemeriksaan kelompok sel penyusun jaringan. Bermanfaat untuk mendeteksi pertumbuhan kanker bahkan sebelum timbul manifestasi klinik penyakit kanker. Contoh: Pemeriksaan PAP Smear, Aspirasi Jarum Halus.
Ø  Pemeriksaan Histologi
HISTOLOGI berasal dari dua kata HISTO = Jaringan dan LOGOS = Ilmu.
HISTOLOGI mempelajari struktur & sifat jaringan serta organ tubuh untuk menjelaskan fungsinya. Histologi dapat juga disebut sebagai ilmu anatomi mikroskopis. Bidang biologi ini amat berguna dalam keakuratan diagnosis tumor dan berbagai penyakit lain yang sampelnya memerlukan pemeriksaan histologis. Cara pembuatan sediaan histologis disebut mikroteknik. Pembuatan sediaan dari suatu jaringan dimulai dengan operasi, biopsi, atau autopsi. Jaringan yang diambil kemudian diproses dengan fiksatif yang akan menjaga agar sediaan tidak akan rusak (bergeser posisinya, membusuk, atau rusak). Fiksatif yang paling umum digunakan adalah formalin (10% formaldehida yang dilarutkan dalam air).
          Pemeriksaan Histologi merupakan Diagnosa Pasti (Gold Standar) untuk mendiagnosa kanker, bermanfaat untuk :
1.   Mengetahui secara normal apakah ada jaringan yang kanker.
2.   Menunjang diagnosa infeksi organisme yang menyerang jaringan.

Bagi seorang Analis Kesehatan, mempelajari SITOHISTOLOGI bermanfaat untuk mengetahui peran-peran apa saja yang boleh dan/atau tidak boleh dalam melakukan pemeriksaan kanker.
Analis hanya melakukan teknik HISTOLOGI mulai dari melakukan teknik menyiapkan jaringan sampai membuat preparat. Tidak ada kewenangan bagi seorang Analis untuk menganalisa secara langsung, karena proses analitik hanya boleh dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan SITOHISTOLOGI biasanya dilakukan di laboratorium Patologi Anatomi (PA).
          Jika tadi proses analisa kanker dapat dilakukan dengan pemeriksaan SITOHISTOLOGI, upaya penanganan kanker dapat dilakukan melalui :
·         Surgery (pembedahan), bila memungkinkan
Tujuan utama operasi adalah mengangkat kanker secara keseluruhan, karenanya hanya dapat sembuh kalau belum menjalar ke tempat lain.
·         Radiation (Menggunakan sinar radiasi)
·         Chemotherapy (Kemoterapi) dengan obat-obatan sitostantika (obat membunuh sel kanker)
Kemoterapi dan radiasi bertujuan untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel kanker atau paling tidak memperlambat perkembangan sel kanker baru. Jadi kanker dapat disembuhkan secara total melalui pengobatan kemoterapi dan radiasi atau setidaknya pengobatan tersebut dapat berfungsi untuk mengurangi gejalanya.
·         Targeted therapy
Prinsip Terapi :
1.   Membunuh langsung sel tumor
2.   Menghambat siklus sel (induksi apoptosis)
3.   Menghambat metastasis (penyebaran kanker dari situs awal ke tempat lain di dalam tubuh) sel tumor
4.   Menghambat neo angiogenesis (sel kanker membentuk pembuluh darah baru)
5.   Menstimulus imunitas anti tumor (sitokin, vaksin)
Sasaran terapinya adalah menghambat pertumbuhan sel kanker. Sel kanker merupakan sel normal yang mengalami gangguan dalam regulasi pertumbuhannya.
·         Kombinasi dari keempat point di atas.
REFERENSI
§  Penjelasan tentang SITOHISTOLOGI dalam kelas pada Sabtu, 14 September 2013 pukul 08.30 s/d 10.00 WIB oleh Bapak Dedy Arianda.
Oleh : Fildzah Nur Amalina (SMK Bina Husada Mandiri tahun 2013)

Wednesday, July 31, 2013

Buku Saku Analis Kesehatan Revisi ke-3


Judul
: Buku Saku Analis Kesehatan revisi ke-3
Penulis Dedy Arianda
Penerbit : Analis Muslim Publisher
Tahun
: Ramadhan 1434 H / Juli 2013
Tebal
: 98 halaman
Ukuran : 10x10 cm

Analis Kesehatan adalah profesi di bidang medis atau kesehatan yang fokus dalam pelayanan pemeriksaan laboratorium. Saat ini popularitas profesi ini sedang naik daun,  disebabkan oleh kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin membaik, ini terbukti dari meningkatnya permintaan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan laboratorium rutin dan  meningkatnya permintaan medical check up untuk pemeriksaan laboratorium.
Saat ini juga telah banyak dibuka sekolah-sekolah analis baru dan fakultas-fakultas yang mempelajari ilmu analis. Sehingga dengan adanya buku yang praktis dan mudah untuk dipahami akan sangat membantu untuk mempelajari berbagai macam pemeriksaan laboratorium.
Kendala yang sering terjadi saat ini adalah banyaknya para analis yang sudah lama bekerja terkadang lupa dengan materi-materi dasar tentang ilmu dasar Analis kesehatan akibat penggunaan teknologi yang serba otomatis.
Sehingga dengan terbitnya buku ini, diharapkan dapat membantu untuk merefresh kembali imu lama yang pernah dipelajari. Hingga saat ini BSAK atau Buku Saku Analis Kesehatan telah tersebar ke seluruh wilayah indonesia.
Di dalam buku ini akan ditemui begitu banyak materi-materi ilmu analis yang begitu sangat familiar dan terpenting namun sering dilupakan, karena itu dengan buku ini diharapkan dapat sangat membantu.
Apalagi BSAK didesain dengan ukuran saku sehingga sangat praktis untuk dikantongi dan dapat dibaca dimanapun. Buku ini didominasi oleh gambar-gambar yang berwarna (full colour) baik itu gambar penjelas materi, gambar mikroorganisme, hasil reaksi pemeriksaan, dsb.
Ditambah lagi hausnya analis di indonesia akan kebutuhan buku-buku analis yang asli buatan seorang analis (bukan dokter patologi klinik) dan buku buatan orang indonesia (bukan buku terjemahan) sehingga cocok dengan kurikulum yang ada di indoensia.
Buku ini dapat digunakan untuk mahasiswa Analis karena memang materi dari buku ini disari dari ilmu perkuliahan. Namun di lapangan buku ini juga sangat pas untuk SMK Analis, karena selain berisi materi yang telah dipelajari juga berisi materi yang merupakan pengembangan dari ilmu analis SMK.
Berdasarkan pengalaman di lapangan buku ini banyak digunakan pada :
1. Panduan praktek-praktek di laboraotium baik bekerja maupun pendidikan
2. Pegangan untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) baik di Laboratorium Klinik maupun di Rumah Sakit
3. Berisi materi UAP (Ujian Akhir Program)
4. Bermanfaat untuk Uji Kompetensi (UKOM) Analis Kesehatan
5. Dan masih banyak lagi
Pada buku revisi ke-3 ini yang berbeda dari buku sebelumnya adalah adanya perombakan baik dari segi materi maupun bahasa yang digunakan, sehingga lebih mudah untuk dipahami.
Mengapa sekarang dinamakan revisi ke-3? Karena ternyata orang indonesia belum banyak kesadaran dalam membaca buku. Sehingga ketika terbit edisi ke-2 dari buku ini, banyak yang mengira buku ini adalah lanjutan dari edisi pertama. Sehingga masih banyak yang menanyakan dan ingin membeli edisi pertama juga. Padahal maksud edisi adalah buku yang  sama namun direvisi isinya sehingga terdapat materi baru atau editing materi buku.
Saat ini buku revisi ke-3 lebih tebal karena terdapat penambahan materi baru. Adapun daftar isi dan beberapa contoh isi buku pada revisi ketiga dapat dilihat di bawah ini :

Pusat pembelian buku klik di sini >>> ORDER CENTRE

 






Pusat pembelian buku klik di sini >>> ORDER CENTRE

Perhatian Penting :
  1. Pemesanan harus menggunakan format sms yang benar, wajib menyertakan kode pos.
  2. Menulis alamat selengkap mungkin agar paket pengiriman lebih cepat sampai tujuan
  3. Pembayaran dilakukan setelah mendapatkan balasan SMS pemesanan sesuai format 


Cara Pembayaran
Pembayaran dilakukan setelah mendapatkan balasan SMS pemesanan sesuai format di atas. Pembayaran dapat dilakukan melalui rekening berikut:
BANK BRI : A.N. Dedy Arianda = 7313-01-003219-53-9
atau
BANK MANDIRI : A.N. Dedy Arianda = 900-00-0778569-5
atau
BANK BTN : A.N. Dedy Arianda 00535-01-61-000274-8 

Setelah melakukan pembayaran melalui No. Rekening di atas, kami mohon Anda segera melakukan konfirmasi dengan menyertakan NOMINAL dan TUJUAN BANK TRANSFER (BRI/MANDIRI/BTN) kepada kami melalui no: 085697529868 (SMS/WA) atau pin BB (767BDB81) agar pengiriman barang dapat lebih cepat lagi kami lakukan. Setelah konfirmasi dari Anda kami terima, Insya Allah kami langsung mengirimkan buku pesanan Anda.
Terimakasih.

Tuesday, June 25, 2013

VeinViewer - Melihat vena lebih mudah


Alat ini sangat populer pada tahun 2007, rumah sakit yang pertama kali menggunakannya adalah Memphis Amerika Serikat berbasis Methodist Le Bonheur Healthcare. Alat ini dinamakan  VeinViewer atau contrast enhancer (VCE). VeinViewer merupakan alat untuk melihat vena lebih jelas dengan menggunakan kamera infra-merah sehingga darah (pembuluh darah) terlihat jelas dengan memproyeksikan gambar vena secara real time pada kulit. Alat ini meningkatkan kontras vena menggunakan software, dan memproyeksikan gambar vena ke permukaan kulit. VCE juga menggunakan software untuk menyelaraskan gambar yang diproyeksikan dengan vena sampai 0,06 mm. Dengan alat  ini, dokter, perawat, analis kesehatan dan profesional kesehatan lainnya dapat menemukan pembuluh darah dengan mudah dan menghindari suntikan berkali-kali kepada pasien. Puncture vena atau pengumpulan spesimen darah dari vena, biasanya dilakukan oleh perawat dan bersifat invasif, menyakitkan dan sering berkali-kali dilakukan. Menurut sebuah artikel dalam Journal of Phlebotomy, diperkirakan satu miliar vena puncture dilakukan setiap tahun. Dalam satu studi pada Journal of Nursing, jumlah jarum suntik untuk kateter yang berhasil berkisar dari satu sampai setidaknya 14. 90% dari pasien rawat inap memerlukan IV perifer dan sekitar 25% pasien memerlukan akses vena sentral yang terdiri dari tabung fleksibel kecil yang ditanam di bawah kulit sehingga obat dapat disampaikan langsung ke pembuluh darah besar.
Memphis yang merupakan Methodist Le Bonheur Healthcare telah menjadi sistem kesehatan pertama di dunia untuk menerapkan VeinViewer di beberapa tempat. Sistem kesehatannya berencana untuk memiliki sembilan alat ini dalam tujuh lokasi rumah sakit di wilayah Memphis. Beberapa sudah  siap.
"VeinViewer adalah teknologi revolusioner yang akan sangat meningkatkan perawatan pasien, keamanan dan kenyamanan," kata Gary S. Shorb, Presiden dan CEO, Methodist Le Bonheur Healthcare. "Membuat pasien lebih nyaman selama proses pengambilan gambar darah adalah manfaat utamanya, dan juga membantu para profesional kesehatan kami bekerja lebih efisien.
Penggunaan Pediatrik (cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan kesehatan bayi dan anak-anak) akan sangat penting karena bayi dan anak-anak memiliki pembuluh darah yang sangat kecil. Medical Center Le Bonheur Anak, rumah sakit hanya anak-anak di Le Bonheur sistem Kesehatan Methodist, adalah tempat tes awal untuk teknologi ini.
"Teknologi VeinViewer telah mengubah kemampuan kita untuk memberikan perawatan penuh kasih," kata Joel A. Saltzman, MD, direktur medis, anestesi, Le Bonheur. "Dengan VeinViewer, kami telah mengurangi tidak hanya jumlah spuit, tetapi juga tingkat stres yang terkait dengan beberapa spuit untuk praktisi, pasien dan keluarga pasien.
"Tidak ada risiko atau efek samping yang didapatkan - bahkan hanya menguntungkan," jelas Dr Saltzman. "Ini tidak invasif, tidak ada panas yang terjadi dan tidak ada kontak langsung dengan pasien. Anak-anak menyukainya karena mereka pikir itu keren. Para orangtua juga menyukai alat ini karena prosedur dengan alat ini tidak menggangggu secara psikologis atau stres pada fisik. Profesional kesehatan menyukainya karena memberikan target yang akurat dengan mode real-time. "
Dr Saltzman juga melaporkan keberhasilan alat ini 100% dengan menjaga pasien anak-anak tidak keluar dari ruang sampling untuk mendapatkan vena.
"Hal ini berarti mengurangi risiko kepada pasien dan lebih hemat ribuan dolar" kata Dr Saltzman. " efisiensi yang lebih besar dalam OR karena kita tidak harus mengganggu jadwal untuk jenis prosedur."
"VeinViewer adalah standar baru perawatan bagi siapa saja yang membutuhkan akses  vaskular. Saya senang bahwa Methodist Kesehatan adalah pelopor mengadopsi seluruh sistem teknologi ini. Menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi adalah panggilan mereka. Kami merasa terhormat untuk membantu mereka," kata Jim Phillips, chairman, CEO dan presiden Luminetx.
Sumber :
www.gizmag.com
www.ieeexplore.ieee.org
Diterjemahkan dan disusun oleh @analismuslim

Friday, June 21, 2013

Mikrobiologi


Mikrobiologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme atau mikroba. Mikroba adalah organisme hidup yang ukurannya sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani ; mikros = kecil, bios = hidup dan logos = ilmu. Mikrobiologi berhubungan erat dengan mikroskop yaitu untuk mengamati makhluk hidup yang sangat kecil dengan diameter kurang dari 1 mm. Makhluk hidup yang sangat kecil tersebut disebut dengan mikrobia, mikroba, mikroorganisme, protista atau jasad renik. Mikroba meliputi protozoa, algae, fungi, bakteri dan virus.
Mikrobiologi telah berkembang menjadi bermacam-macam ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya.
Setelah ditemukan mikroskop elektron, dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup, sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad, yaitu:
1. Prokariota (jasad prokariotik/ primitif), yaitu jasad yang perkembangan selnya belum sempurna.
2. Eukariota (jasad eukariotik), yaitu jasad yang perkembangan selnya telah sempurna.
Selain yang bersifat seluler, ada mikroba yang bersifat nonseluler, yaitu virus. Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat, berukuran super kecil atau submikroskopik. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa menggunakan jasad hidup lain. Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut:
Struktur
Virus
Jasad Bersel
Satuan struktur
Partikel (virion)
sel
Susunan:
- Asam inti
- Protein
- Lipida
- Polisakarida
- ATP / energi

DNA / RNA
ada (selubung)
tidak ada / ada
tidak ada / ada
tidak ada

DNA dan RNA
ada, lengkap
ada
ada
ada
Sifat pertumbuhan:
- Terbentuk dari  bahan genetik saja
- Bagian-bagian disintesis sendiri
- Terbentuk langsung dari elemen struktur  sejenis yang ada sebelumnya

Ya  
Ya
Tidak

Tidak
Tidak
Ya

Oleh Laboratorium Mikrobiologi
www.labmikrobiologi.blogspot.com

Antikoagulan Oksalat

Ilustrasi : stevens.ca

Antikoagulan jenis ini umumnya bersifat toksik dan berbahaya. Sifat antikoagulan didapat dari adanya oksalat yang merupakan zat penting untuk mengikat kalsium di dalam darah, yang mana kalsium merupakan faktor pembekuan darah, sehingga darah tidak membeku. Ada 3 macam oksalat yang digunakan sebagai antikoagulan yaitu ammonium oksalat, natrium oksalat dan kalium oksalat. Kombinasi seimbang antara ammonium oksalat dan kalium oksalat (perbandingan 3 : 2) dapat digunakan sebagai antikoagulan yang dikenal sebagi antikoagulan double oxalate menurut Paul dan Heller.
Adapun natrium oksalat dengan rumus molekul Na2C2O4 merupakan antikoagulan yang bekerja dengan cara mengikat kalsium sehingga membentuk kalsium oksalat yang mengendap. Nama lain dari natrium oksalat adalah oxalic acid sodium salt dengan berat molekul 134 g/mol. Zat ini berbahaya apabila tertelan atau mengenai kulit. Oleh karena itu penggunaannya harus berhati-hati jangan sampai terkena mata, kulit, atau pakaian. Penggunaannya 1 bagian oksalat + 9 bagian darah. Biasanya digunakan untuk pembuatan adsorb plasma dalam pemeriksaan hemostasis. Digunakan juga dalam bentuk larutan dari 0,1 N untuk pemeriksaan Plasma Protrombin Time (PPT) dengan perbandingan 9 bagian darah ditambah 1 bagian natrium oksalat.
Sedangkan kalium oksalat biasanya dikombinasikan dengan natrium flourida yang digunakan pada pemeriksaan glukosa. Glukosa dalam sampel darah dapat mengalami perubahan-perubahan oleh enzim yang ada di dalam darah tersebut, sehingga bila darah dibiarkan lama sebagian gula dalam darah sudah pecah dan nilai yang diperoleh menjadi kurang dari nilai yang seharusnya. Glukosa mengalami penurunan sebesar 5 - 7 % per jam pada spesimen orang dewasa dan 24 % per jam pada neonatus atau pasien dengan jumlah leukosit yang tinggi. Terlambat dalam penanganan spesimen dalam 3 jam setelah pengambilan bisa menyebabkan kehilangan 9 mg/dL.
Kalium oksalat berfungsi sebagai antikoagulan dan NaF berfungsi sebagai antiglikolisis dengan cara meracuni jalur glikolisis yaitu menghambat kerja enzim Phosphoenol pyruvate dan urease sehingga kadar glukosa darah stabil, sedangkan kalium oksalat berkerja sebagai antikoagulan dengan cara mengikat faktor pembekuan darah kalsium menjadi kalsium oksalat. Florida dapat mencegah glikolisis sehingga kadar gula darah dapat dipertahankan. Untuk sampel yang disimpan pada suhu 15-25°C stabil selama 24 jam dan pada suhu 4°C stabil selama 10 hari.
Namun kombinasi antikoagulan ini banyak terjadi hemolisis sehingga tidak bisa digunakan untuk sebagian besar pemeriksaan lainnya. Florida digunakan dalam bentuk serbuk dengan perbandingan 2 mg untuk tiap 1 ml darah. NaF biasanya tersedia dalam tabung vakum berwarna abu-abu, atau dikombinasikan dengan kalium oksalat atau NaF juga dikombinasikan dengan Na2EDTA.