Friday, June 14, 2013

Pekerjaan membuatnya harus melepas jilbab


Pernahkah melihat teman sekelasmu dahulu yang begitu anggun dengan jilbabnya saat masih satu sekolah? Namun setelah lulus dan berpisah, masing-masing telah sibuk dengan pekerjaannya. Ada kesedihan mendalam ketika melihatnya lagi setelah sekian lama, dia dalam keadaan telah menanggalkan jilbabnya, alasannya karena tuntutan pekerjaan. Fenomena seperti ini memang banyak terjadi, sedih memang dengan tantangan pekerjaan begitu sulit akibat persaingan dan lapangan kerja yang sedikit. Padahal tawaran kerja dengan gaji yang menggiurkan dan fasilitas yang mentereng itu sangatlah jarang. Tentunya hal ini akan membuat berpikir 2 kali untuk mengikuti tuntutan pekerjaan tersebut. Ditambah lagi jika adanya karena alasan tuntutan ekonomi, sehingga seorang wanita akhirnya harus bekerja di luar rumah.
Profesi kesehatan adalah salah satu yang paling sering mengalami keadaan seperti ini. Seperti Analis Kesehatan misalnya. Ketika dihadapkan pada Rumah Sakit yang membuat peraturan yang melarang karyawannya berjilbab. Sehingga ada beberapa sikap yang dilakukan mereka saat menghadapi hal ini :  ada yang menolak mentah-mentah dan lebih memilih tempat yang lain, ada yang memilih melepas jilbab ketika bekerja dan memakainya jika sudah keluar dari kantor, dan bahkan ada yang melepas sama sekali.
Hidup memang ini pilihan. Setiap hari manusia di suguhi dengan berbagai pilihan- pilihan dalam hidupnya. Namun dunia ini tidak sesempit pikiran kita. Masih banyak peluang disekitar kita untuk mendapatkan rejeki. Belajar dari para wanita shalihah terdahulu di zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, merekapun pernah dalam keadaan kekurangan, namun mereka tidak pernah terlepas iman. Dan hasilnya Allah memuliakan mereka, di dunia dan di akherat. 
Padahal kalau kita merenungi ayat Al-Quran berikut :
"Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS al-Ankabut: 60).
Hewan liar saja masih diberi rezeki dan tidak dibiarkan terlantar, apalagi seorang manusia. Memang inilah ujian yang berat bagi manusia dalam menyikapi dunia dan godaannya.
Dari Ka'ab bin Iyadh radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda,
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي المَالُ
"Setiap umat memiliki ujian. Dan ujian terbesar bagi umatku adalah harta." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al-Albani).
Memahami hadis ini, mungkin sangat tragis kejadian di atas, terutama mereka yang menghadapi dilema antara dunia ataukah aturan agama. Bagi orang yang mudah 'merasa terpaksa', dia akan melegalkan segala cara, yang penting dapat dunia. Yang penting saya kenyang, bisa tidur nyenyak, urusan dosa, nanti taubatnya. Ya mudah-mudahan, Tuhan mengampuni. Inikan terpaksa. Seperti itulah kira-kira gambaran mereka yang tidak sabar dengan kerasnya ujian harta. Terlalu mudah menganggap semua keadaan dengan hukum 'terpaksa'. Tak terkecuali mereka yang tega menjual harga dirinya, demi karier dan profesi.
Jilbab Adalah Kehormatan Wanita
Allah mewajibkan wanita berjilbab, tujuan terbesarnya adalah untuk menjunjung tinggi kedudukan dan martabat wanita.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59)
Allah Dzat yang paling tahu karakter manusia. Allah tahu bagaimana kecenderungan lelaki fasik terhadap wanita. Mereka begitu bersemangat untuk mengganggu wanita yang mereka nilai kurang terhormat. Namun semangat itu akan hilang, ketika wanita yang ada di hadapan mereka mengenakan jilbab dan menjaga kehormatan. Dan itu wujud dari kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Karena itulah, Allah akhiri ayat ini dengan menyebutkan dua nama-Nya yang mulia: "Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (simak Tafsir As-Sa'di, hlm. 671).
Wanita Dinafkahi, bukan Mencari Nafkah
Setiap makhluk yang Allah ciptakan di alam raya ini memiliki kodrat tersendiri. Kodrat yang ada pada diri makhluk menjadi jati dirinya dalam menelusuri kehidupan. Itulah keadaan paling ideal yang ada pada diri setiap makhluk dalam meniti jalan hidupnya. Sebut saja kodrat itu ibarat SOP (stadard operating procedure) bagi setiap makhluk yang ingin meniti kehidupan yang nyaman di dunia.
Kodrat atau istilah lainnya 'fitrah', berbeda-beda antara satu jenis manusia dengan jenis manusia lainnya. Fitrah lelaki jelas berbeda dengan fitrah wanita. Karena itu, masing-masing mengemban tugas yang berbeda. Hal ini telah Allah tegaskan dalam Al-Quran, melalui firman-Nya,
وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى
"Laki-laki tidaklah sama dengan wanita …." (Q.S. Ali Imran:36)
Bagi Anda yang ingin hidup normal, jangan coba-coba melawan fitrah Anda. Dijamin, Anda akan mengalami kegelisahan dan perasaan tidak nyaman lainnya. Bagi Anda yang ditakdirkan menjadi seorang wanita, jalanilah kehidupan yang feminin, dan jangan sampai punya keinginan untuk mengubah diri, dengan berupaya menyerupai lelaki. Karena tidak ada pilihan lain bagi anda, selain menjadi wanita. Demikian juga sebaliknya, Anda yang ditakdirkan menjadi laki-laki, tunjukkan gaya hidup maskulin, dan Anda tidak memiliki pilihan lain selain menjadi laki-laki.
Salah satu diantara bagian gaya hidup lelaki yang Allah tetapkan dalam Al-Quran adalah memberi nafkah dan kecukupan bagi keluarga, dan bukan wanita. dan karenanya, Allah tetapkan lelaki menjadi pemimpin dalam keluarganya.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa: 34)
Allah tegaskan dalam ayat di atas, seorang suami bisa menjadi pemimpin bagi keluarganya karena dua hal: (1) karena kelebihan yang dia miliki, dan (2) karena nafkah yang dia berikan kepada istrinya. Dan benarlah apa yang Allah firmankan, banyak lelaki menjadi sangat tidak berwibawa di mata istrinya, karena dia tidak bisa memberi nafkah keluarga atau karena sang istri lebih mendominasi pemasukan bagi keluarga.
Dalam kondisi itu, akan sulit bagi pasangat suami istri ini untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang normal. Karena, sekali lagi, melawan kodrat dan fitrah manusia, akan mengancam kesejahteraan hidupnya.
Menjemput Rizki, tanpa Melanggar Larangan Syariat
Sesungguhnya rizki 100% datang dari Allah. Inilah konsep yang selayaknya kita tanamkan dalam diri kita, sebagaimana yang Allah tegaskan dalam Al-Quran,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
"Tidak ada satupun makhluk yang hidup di muka bumi ini, kecuali rezekinya ditanggung Allah…" (QS. Hud: 6).
Di ayat yang lain, Allah juga mengingatkan,
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ
"Janganlah kalian membunuh anak kalian karena kondisi miskin. Aku yang akan memberi rizki kalian dan memberi rizki mereka (anak kalian).." (QS. Al-An'am: 151).
Kita camkan dalam lubuk hati kita, rezeki itu datang dari Allah, sementara kerja yang kita lakukan, sejatinya hanyalah sebab untuk menjemput rezeki itu. Dan tentu saja, yang namanya sebab untuk mendapatkan rezeki itu, tidak hanya satu, namun beraneka ragam.
Kaitannya dengan hal ini, perlu kita sadari, tidak mungkin Allah simpan sebagian rezeki salah seorang hamba-Nya, sementara dia hanya bisa memperolehnya dengan cara melanggar larangannya. Karena jika demikian, berarti Allah telah mendzalimi hamba-Nya.
Dengan demikian, rezeki Allah pasti bisa diperoleh dengan cara yang halal, tanpa harus menerjang aturan syariat. Sejuta jalan halal yang bisa ditempuh untuk menjemput rizki.
Allahu a'lam

Sumber :
www.KonsultasiSyariah.com, ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina)
http://www.voa-islam.com/muslimah/article/2013/02/21/23383/demi-pekerjaan-ini-aku-lepas-jilbabku/
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/02/03/membuka-jilbab-karena-pekerjaan-531102.html


Thursday, June 13, 2013

Antikoagulan Heparin


Heparin merupakan antikoagulansia yang normal terdapat dalam tubuh, yaitu secara alami diproduksi oleh mastosit dan basofil. Heparin jarang digunakan pada pemeriksaan-pemeriksaan hematologi, namun merupakan antikoagulan pilihan karena penambahannya tidak mengubah komposisi darah. Antikoagulan ini merupakan asam mukopolisakarida yang tidak terfraksionasi yang bersifat asam dengan bobot molekul rata-rata 15.000 - 18.000, bekerja dengan cara menghentikan pembentukan trombin dari prothrombin sehingga menghentikan pembentukan fibrin dari fibrinogen. Heparin bekerja secara tidak langsung pada  berbagai bagian sistem pembekuan darah intrinsik dan ekstrinsik dengan mempotensiasi aktivitas antithrombin III dan menghambat faktor IX, X, XI, XII. Heparin juga dapat memacu pembentukan kompleks antitrombin III trombin yang dapat mencegah konversi fibrinogen menjadi fibrin. Sehingga  mempengaruhi kadar fibrinogen dalam darah.
Ada tiga macam heparin: ammonium heparin, lithium heparin dan sodium heparin. Dari ketiga macam heparin tersebut, lithium heparin paling banyak digunakan sebagai antikoagulan karena tidak mengganggu analisa beberapa macam ion dalam darah. Heparin banyak digunakan pada analisa kimia darah, enzim, kultur sel, OFT (osmotic fragility test). Konsentrasi dalam penggunaan adalah 2 mg heparin sebagai natrium atau kalsium untuk 10 mL darah atau 15IU/mL +/- 2.5IU/mL atau 0.1 – 0.2 mg/ml darah. Perlu juga dijaga ukuran penggunaan heparin jangan terlalu banyak agar tidak terjadi perubahan distribusi antara air, sel darah, dan plasma. Heparin tidak dianjurkan untuk pemeriksaan apusan darah karena menyebabkan latar belakang biru. Dalam praktek sehari-hari pun heparin jarang dipakai karena harganya mahal.
Cara penggunaannya untuk pemeriksaan hematologi yaitu setelah darah dimasukkan dalam tabung yang berisi heparin, spesimen harus segera dihomogenisasi 6 kali dan jika ingin didapatkan plasma heparin maka disentrifuge 1300 - 2000 RPM selama 10 menit kemudian plasma siap dianalisa. Darah heparin harus dianalisa dalam waktu maksimal 2 jam setelah sampling.



Wednesday, June 12, 2013

Antikoagulan EDTA

Ilustrasi : eastwestbiopharma.com

EDTA (ethylenediaminetetraacetic acid, [CH2N(CH2CO2H)2]2) adalah antikoagulan yang paling umum dan banyak digunakan untuk parameter pemeriksaan hematologi. EDTA umumnya tersedia dalam bentuk garam sodium (natrium) atau potassium (kalium), EDTA dalam bentuk garam Kalium 15 kali lebih larut dalam air dibandingkan dalam bentuk garam Natrium. EDTA mencegah koagulasi dengan cara mengikat atau mengkhelasi kalsium, sehingga EDTA memiliki keunggulan dibanding dengan antikoagulan yang lain, yaitu tidak mempengaruhi sel-sel darah, sehingga ideal untuk pengujian hematologi, seperti pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, KED, hitung lekosit, hitung trombosit, retikulosit, apusan darah, dsb. Sedangkan untuk pemeriksaan mikrobiologi, antikoagulan EDTA tidak baik untuk digunakan sebagai pengawet sampel karena dapat membunuh kuman yang terdapat di dalam darah.

Ada tiga macam EDTA, yaitu dinatrium EDTA (Na2EDTA), dipotassium EDTA (K2EDTA) dan tripotassium EDTA (K3EDTA). Na2EDTA dan K2EDTA biasanya digunakan dalam bentuk kering, sedangkan K3EDTA biasanya digunakan dalam bentuk cair. Dari ketiga jenis EDTA tersebut, K2EDTA adalah yang paling baik dan dianjurkan oleh ICSH (International Council for Standardization in Hematology) dan CLSI (Clinical and Laboratory Standards Institute). Walaupun demikian tetapi sampai saat ini Na2EDTA dalam bentuk serbuk masih banyak digunakan di berbagai laboratorium. Umumnya untuk memudahkan pengukuran maka dibuat menjadi larutan 10%.

Penggunaan EDTA biasanya pada saat darah dimasukkan ke dalam tabung, segera lakukan pencampuran/homogenisasi dengan cara membolak-balikkan tabung dengan lembut sebanyak 6 kali untuk menghindari penggumpalan trombosit dan pembentukan bekuan darah.
Penggunaan disodium EDTA (Na2EDTA) biasanya dengan konsentrasi 1,4 2,0 mg/ml darah, dipotassium EDTA (K2EDTA) dengan konsentrasi 1,5 2,2 mg/ml darah, dan tripotassium EDTA (K3EDTA) dengan konsentrasi 1,5 - 2.,2 mg/ml darah. Penggunaannya harus tepat. Bila jumlah EDTA kurang, darah dapat mengalami koagulasi. Sebaliknya, bila EDTA berlebihan, eritrosit mengalami krenasi, trombosit membesar dan mengalami disintegrasi yaitu trombosit membengkak sehingga tampak adanya trombosit raksasa yang pada akhirnya mengalami fragmentasi membentuk fragmen-fragmen yang masih dalam rentang pengukuran trombosit oleh alat hitung sel otomatis sehingga dapat menyebabkan peningkatan palsu jumlah trombosit.

Padahal saat ini EDTA lazimnya ditambahkan menggunakan pipet Pasteur. Hal ini menyebabkan ada pemakaian sejumlah EDTA yang berlebih karena 1 tetes pipet Pasteur = 50 μl sedangkan untuk darah sebanyak 3 ml hanya dibutuhkan 4,5 mg serbuk EDTA atau 45 μl dalam bentuk larutan 10 %. Sementara itu cara pemipetan yang seharusnya tegak lurus dan dalam keadaan kosong masih sering diabaikan oleh petugas laboratorium serta ketepatan takaran EDTA dan volume darah sangat tergantung keterampilan dan ketelitian petugas laboratorium sehingga variasi hasil yang ditimbulkan akibat ketidaktepatan takaran EDTA dan volume darah sangat mungkin terjadi. Salah satu cara mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan adalah dengan menggunakan pipet yang volume tetesannya tepat sesuai dengan takaran EDTA yang diperlukan. Pipet mikro adalah salah satu solusinya. Volume pipet mikro memakai satuan mikroliter dan tersedia dalam ukuran mulai dari 1 sampai 500 μl.

Dewasa ini tersedia tabung vacutainer yang sudah berisi antikoagulan EDTA. Tabung EDTA tersedia dalam bentuk tabung hampa udara (vacutainer tube) dengan tutup lavender (purple) atau pink seperti yang diproduksi oleh Becton Dickinson. EDTA pada tabung vakum biasanya berupa K3EDTA yang mempunyai stabilitas yang lebih baik daripada garam EDTA yang lain karena mempunyai pH mendekati pH darah. Namun demikian, saat ini tabung EDTA yang berisi larutan K3EDTA sudah tidak diproduksi lagi, penggunaannya digantikan oleh tabung EDTA yang berisi serbuk K2EDTA, karena direkomendasikan oleh International Council for Standardization in Haematology. Penggunaan tabung vacutainer ini pada pengambilan darah vena tidak perlu menggunakan spuit dan kondisi vakum mengontrol jumlah darah yang masuk ke dalam tabung sampai volume tertentu sehingga perbandingan antara takaran antikoagulan dengan volume darah dapat dipertanggungjawabkan.
Walaupun demikian, pada penggunaan EDTA vacutainer juga dapat terjadi peningkatan palsu jumlah trombosit misalnya sebelum tabung vakum berhenti mengisap sudah dilakukan pencabutan jarum vacutainer sehingga perbandingan antara takaran antikoagulan dan volume darah sudah tidak tepat lagi. Tabung vacutainer merupakan tabung yang direkomendasikan oleh National Committee for Clinical Laboratory Standards (NCCLS) untuk pemeriksaan hematologi karena mempunyai ketepatan perbandingan antikoagulan dan darah yang tepat dibandingkan cara konvensional, namun demikian memerlukan biaya yang lebih mahal. Dari segi ekonomi harga EDTA vacutainer per spesimen 4 kali harga EDTA konvensional per spesimen.

Penyusun : @analismuslim

www.analismuslim.blogspot.com

Monday, June 10, 2013

Antikoagulan - Zat Anti Pembekuan Darah

Antikoagulan adalah zat yang mencegah penggumpalan darah dengan cara mengikat kalsium atau dengan menghambat pembentukan trombin yang diperlukan untuk merubah fibrinogen menjadi fibrin dalam proses pembekuan. Namun tidak semua jenis antikoagulan dapat dipakai karena ada beberapa antikoagulan yang dapat mempengaruhi  bentuk eritrosit atau leukosit yang akan diperiksa morfologinya. Pada pemeriksaan hematologi yang membutuhkan spesimen berupa whole blood dan atau plasma maka sampel darah harus dikumpulkan dalam sebuah tabung yang berisi antikoagulan sehingga dengan pemberian antikoagulan maka darah tidak akan beku. Spesimen dan antikoagulan harus dicampur homogen serta segera setelah pengambilan spesimen untuk mencegah pembentukan microclot. Pencampuran yang lembut sangat penting untuk mencegah hemolisis. Jenis antikoagulan yang baik adalah yang tidak merusak komponen - komponen yang terkandung di dalam darah dan harus sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diinginkan. Ada berbagai jenis antikoagulan, masing-masing digunakan dalam jenis pemeriksaan tertentu. Seperti EDTA, Heparin, Natrium Sitrat, Oksalat, dan lain-lain.

Twitter : @analismuslim

Sunday, June 9, 2013

Loa-Loa


Sinonim                                : Cacing mata Afrika, cacing Loa, Filaria oculi
Nama penyakit                    : Loaiasis, calabar swelling (fugitive swelling), Tropical
                                                  swelling dan Afrika eyeworm
Vektor                                    : Chrysops
Hospes                                 : Manusia
Habitat                                   : Cacing dewasa terdapat di jaringan subkutan
  manusia. Mikrofilaria beredar dalam darah pada
  siang hari (diurna) dan hidup di kapiler darah paru
  pada malam hari. Dapat juga diketemukan di urin,
  dahak dan terkadang dalam cairan sumsum tulang
  belakang.
Distribusi geografik           : Banyak ditemukan di Afrika Barat dan Afrika Tengah


Gambar Chrysops
Klasifikasi ilmiah
Kingdom                                : Animalia
Filum                                      : Nemathelmynthes
Kelas                                      : Nematoda
Order                                      : Spirurida
Superfamili                           : Filarioidea
Keluarga                                : Onchocercidae
Genus                                    : Loa
Spesies                                  : Loa loa
Sejarah
  • Kasus pertama infeksi Loa loa tercatat di Karibia (Santo Domingo) pada tahun 1770. Seorang ahli bedah Prancis bernama Mongin mencoba tetapi gagal untuk menghapus cacing yang lewat di mata seorang wanita. Beberapa tahun kemudian, pada 1778, ahli bedah Guyot Francois dapat melakukan pembedahan pada cacing di mata seorang budak dari Afrika Barat pada kapal Prancis ke Amerika.
  • Identifikasi microfilaria dibuat pada tahun 1890 oleh Stephen dokter mata McKenzie. Sebuah presentasi klinis umum loiasis, yang diamati pada tahun 1895 di pesisir kota Nigeria maka terciptalah nama Calabar swelling.
  • Pengamatan ini dibuat oleh seorang dokter mata Skotlandia bernama Douglas Argyll-Robertson, tetapi hubungan antara Loa loa dan Calabar swelling tidak disadari sampai tahun 1910 (oleh Dr Patrick Manson). Penentuan vektor lalat Chrysops diketahui pada tahun 1912 oleh British parasitologist Robert Thompson Leiper.

Morfologi
  • Cacing dewasa berbentuk seperti benang halus dan berwarna putih susu
  • Cacing betina : panjang tubuhnya dapat mencapai 7cm atau 50 - 70 <![if !vml]><![endif]> 0,5n mm
  • Cacing jantan : <![if !vml]><![endif]> 4cm atau 30-34<![if !vml]><![endif]>0,43 mm
  • Mikrofilaria : 250-300 mikron <![if !vml]><![endif]> 6-8,5 mokron, memiliki sarung/selubung


                 Mikrofilaria                                        Cacing dewasa
       

Siklus Hidup
<![if !supportLists]>1.    <![endif]>Mikrofilaria yang beredar dalam darah dihisap oleh lalat Chrysops
  1. setelah <![if !vml]><![endif]> 10-12 hari didalam tubuh serangga, mikrofilaria tumbuh menjadi larva infektif yang ditandai dengan pergantian kulit
  2. kemudian ditularkan kepada manusia lainnya
  3. cacing dewasa hidup dalam tubuh manusia dalam waktu <![if !vml]><![endif]> 1-4 tahun, kemudian berkopulasi dan cacing dewasa betina mengeluarkan mikrofilaria.
  4. Cacing dewasa tumbuh dalam badan manusia dan dalam waktu 1  sampai 4 minggu mulai berkopulasi dan cacing betina dewasa mengeluarkan mikrofilarianya.
Patogenesis dan Gejala Klinik
<![if !supportLists]>·         <![endif]>Mikrofilaria biasanya tidak menimbulkan gejala
<![if !supportLists]>·         <![endif]>Cacing dewasa dapat diketemukan diseluruh tubuh dan sering kali menimbulkan ganguan di konjungtiva mata (sakit, pelupuk mata bengkak) dan pangkal hidung
<![if !supportLists]>·         <![endif]>Kelainan yang khas adalah Calabar Swelling atau fungitive swelling (pembengkakan jaringan yang berukuran sebesar telur ayam)
<![if !supportLists]>·         <![endif]>Jika cacing masuk ke otak dapat menyebabkan ensefalitis
Konjungtiva mata                           Calabar swelling
                 
Diagnosis
  1. Dengan menemukan mikrofilaria dalam darah yang diambil pada siang hari
  2. Dengan menemukan cacing dewasa dari konjungtiva mata ataupun dalam jaringan subkutan
Gambar cacing dewasa dari konjungtiva mata
Pengobatan
  • Pemberian dietilkarbamasin sitrat (DEC) dosis 2 mg/kgBB/hari, 3 x sehari selama 14 hari
  • Pembedahan untuk mengeluarkan cacing dewasa yang dapat dilakukan pada waktu melintasi jaringan punggung hidung atau pada waktu tampak di konjungtiva kornea
PENCEGAHAN
  1. Pengobatan secara teratur terhadap penderita
  2. Mengadakan pemberantasan vektor dan mencegah gigitan vektor tersebut
Prognosis
Prognosis biasanya baik apabila cacing dewasa telah dikeluarkan dari mata dan pengobatan berhasil dengan baik

Saturday, June 8, 2013

Cara menampung urin 24 jam

Cara menampung urin 24 jam :
1. Dalam wadah penampung urin yang bersih dan kering masukkan 1 tablet pengawet urin (toluena)
2. Pasien diminta untuk berkemih pada kurang lebih jam 7 pagi dan urin dibuang. Catat waktu dengan tepat sampai ke menit.
3. Selanjutnya selama 24 jam semua urin yang dikeluarkan ditampung dalam wadah yang telah diberi pengawet urin.
4. Urin yang terakhir ditampung yaitu jam 7 pagi keesokan harinya

Bau Urin yang Tajam, berbahayakah ?

Seringkali terjadi anak bahkan sebagian orang dewasa mengeluh bahwa bau kencing sangat tajam. Kekwatiran sering timbul dalam menyikapinya. Ternyata, bau urine ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, bisa fisiologis normal dapat jaga petunjuk ada penyeakit atau kelainan di tubuh manusia.
Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab urine menjadi bau seperti masalah pada saluran kemih seperti infeksi kandung kemih, gangguan metabolisme tubuh, gangguan hormonal, atau bau urine yang mengandung ragi (yeast) dapat menjadi petunjuk dari diagnosis diabetes.
Untuk membedakan apakah bau tersebut berasal dari air kencing atau vagina. Cara mudah untuk menentukannya adalah dengan buang air kecil di dalam cangkir atau gelas dan tunggu beberapa menit. Jika bau masih tercium, kemungkinan besar berkaitan dengan air seni.
Kebanyakan bau dari urine hanya bersifat sementara dan tidak mengindikasikan masalah kesehatan. Tapi jika hal tersebut terus berlanjut selama beberapa hari, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Untuk melakukan diagnosis, pasien harus menjalani beberapa tes untuk mengetahui fungsi dari beberapa organ atau ada tidaknya zat tertentu. Tes yang dilakukan biasanya untuk memeriksa kandung kemih atau infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dehidrasi, diabetes atau gangguan metabolisme seperti fenilketonuria.
Tanda-tanda untuk memeriksa urine:
1. Jumlah air dalam urine.
Mengetahuinya dengan tes spesifik gravity. Tes ini memberikan petunjuk mengenai jumlah air dalam urine dan status orang tersebut apakah dehidrasi atau tidak.
2. Warna urine.
Warna pada urine dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, hidrasi, obat-obatan, vitamin dan adanya suatu penyakit seperti penyakit hati atau gangguan perdarahan.
3. Kejernihan.
Ketidakjernihan urine dapat mengindikasikan adanya darah, lendir, kristal dari batu ginjal atau kandung kemih dan bakteri.
4. Protein.
Seharusnya di dalam urine tidak ditemukan adanya urin, jika ditemukan mungkin mengindikasikan adanya gangguan di ginjal atau kehamilan.
5. Keton.
Adanya keton dalam urine ketika lemak diuraikan dalam tubuh sebagai energi. Kehadiran keton ditunjukkan saat sedang puasa, diet tinggi protein, karbohidrat yang rendah serta konsumsi alkohol. Pada kondisi ekstrem, keton dapat berpotensi bahaya yang dikenal sebagai diabetic ketoacidosis (tubuh mendapatkan energi dari lemak karena tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi).
6. Nilai pH.
Ini untuk mengetahui apakah urine bersifat asam atau basa.
7. Glukosa.
Adanya glukosa dalam urine bisa diakibatkan oleh tingginya kadar gula seperti diabetes yang tidak terkontrol atau akibat gangguan di ginjal.
8. Nitrit.
Menunjukkan adanya infeksi bakteri di saluran kemih.
9. Leukocyte esterase.
Mengindikasikan adanya sel-sel darah putih dalam urin yang kemungkinan akibat infeksi di saluran kemih.
10. Cek analisis mikroskopis.
Tes ini untuk melihat berbagai tanda seperti merah (mengindikasikan perdarahan, ada penyakit, tumor atau cedera), sel darah putih (gangguan autoimun, peradangan), bakteri, jamur, parasit, kristal (gangguan pada ginjal) dan sel-sel skuamosa (sampel urine kemungkinan sudah terkontaminasi saat dikumpulkan).
Berdasarkan hasil dari pemeriksaan yang cernat melalui pemeriksaan fisik dan laboratorium dapat ditentukan penyebab dari bau urine yang muncul saat buang air kecil.
Sumber : KORAN INDONESIA SEHAT http://koranindonesia.sehat.com