Friday, June 7, 2013

Tamparan-tamparan Keras pada Wajah Ibu Pertiwi

Ilustrasi : padhangwengi.blogspot.com 
Satu hal yang cukup mewakilkan tentang keadaan ibu pertiwi saat, jika pahlawan-pahlawan bangsa saat ini masih hidup, tentulah dia akan ikut menangis melihat wajah ibu pertiwi yang selalu bersedih. Wajah ibu pertiwi seakan selalu mengalami tamparan-tamparan keras oleh masalah-masalah dan aib-aib yang banyak terjadi pada bangsa. Kasus-kasus bangsa yang kronis hingga yang tak pernah terselesaikan selalu menjadi titik pencorengan buruk nama baik ibu pertiwi. Sebenarnya banyak sekali nilai-nilai perjuangan pahlawan yang telah kita abaikan. Apakah begitu rusak dan tak tahu berterimakasihnyakah kita kepada para pahlawan. Mengapa seakan-akan kita hanya mencoreng dan merusak nama baik ibu pertiwi.
Padahal pahlawan-pahlawan Indonesia telah berjuang dengan segenap harta, darah dan jiwanya untuk mengusir penjajah yang bengis dan kejam. Namun lihat apa yang dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk mengenang jasa-jasa pahlawannya. Mari kita melihat contoh kecil dari peringatan akan jasa-jasa pahlawan bangsa ini : setiap tanggal 17 Agustus selalu diperingati oleh perayaan-perayaan yang tidak mencerminkan simbol-simbol penghormatan dan pengenangan akan jasa-jasa para pahlawan, akan tetapi kita akan melihat bagaimana seremoni berjoget-joget, bapak-bapak menggunakan daster (seperti bukan laki-laki), lomba makan kerupuk, dan lain sebagainya. Dari sisi mana yang mewakilkan penghormatan dan penghargaan terhadap para pahlawan. Lalu apa manfaat dari semua itu untuk bangsa.
Apakah ini adalah cerminan dari budaya dan kebiasaan bangsa di bumi pertiwi ini? Melakukan hal-hal tidak bermanfaat, menghabiskan waktu, menghabiskan biaya yang tidak sedikit, dan pembuatan lalai kepada anak-anak bangsa. Bukankah saat ini pahlawan kita lebih membutuhkan doa dari masayarakat indonsia yang terkenal dengan nilai-nilai religiusnya. Bayangkan apakah menyelenggarakan acara demikian hanya dengan biaya yang tidak sedikit ini mampu mendatangkan manfaat dan telah menjadikan grafik peningkatan kualitas bangsa? Ini seperti fenomena kebanyakan saat ini mengeluarkan biaya yang banyak namun nihil dari manfaat.
Lihatlah wajah ibu pertiwi ini, harta yang melimpah ruah dan melimpah tidaklah menjamin kesejahteraan rakyatnya. Kita lihat contoh yang lain seperti masih banyaknya sebagian masyarakat yang hartanya digunakan untuk membeli rokok. Apa manfaat dari rokok dibanding ia harus memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena kebodohan atau menghilangkan akal sehat dengan sejuta kerugian dan perusakan terhadap bangsa yang dilakukan oleh makhluk jahat 10 cm ini. Padahal untuk makan saja susah, tapi masih disempatkan dan memperjuangkan untuk membeli rokok.
Sekarang kita renungkan bagaimana wajah ibu pertiwi tidak selalu bersedih jika bangsa ini selalu dibuai oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Coba bandingkan dengan Negara maju lainnya yang tidak pernah menyia-nyiakan sedikitpun dari waktu mereka. Waktu kosong minimal diisi dengan membaca buku.
Implementasi dari kekosongan waktu yang tidak digunakan dengan bermanfaat adalah berimbas pada pemikiran-pemikiran menyimpang untuk mendapatkan sesuatu secara praktis dan ego masing-masing. Sehingga banyak kita temui orang-orang yang melakukan pengrusakan dan merugikan orang lain demi kepentingan pribadi. Ambillah contoh dari kasus-kasus korupsi, kejahatan-kejahatan, menurunya moral bangsa seakan-akan telah mewakilkan murungnya wajah ibu pertiwi yang mendarah daging di bangsa ini.
Lihatlah anak-anak muda penerus bangsa. Bagaimana ia akan membuat wajah ibu pertiwi tersenyum jika kerjaanya hanya menghabiskan waktu pada hiburan-hiburan, televisi, dan kegiatan-kegiatan di pinggir jalan yang tidak bermanfaat.
Bangsa Indonesia saat ini akan sulit bangkit dari tidurnya jika selalu terlena oleh musuh-musuh bangsa yang tidak bisa diberantas kecuali menghilangkan terlebih dahulu penyakit kronisnya, yaitu kebodohan, penyia-nyiaan harta dan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna.
Sebenarnya banyak kesalahan dari kita adalah kurang perhatiannya terhadap pemanfaatan waktu. Coba lihatlah orang-orang yang sukses, hampir rata-rata prinsip mereka adalah sangat memperhatikan dan tidak menyia-nyiakan waktu yang mereka miliki. Bahkan ada orang bijak yang mengatakan “Kalau waktu orang-orang yang duduk-duduk di pinggir jalan -yang menghabiskan waktu tidak berguna- itu bisa dibeli, maka akan saya beli semuanya”
Mari kita lihat dan renungi kesalahan kita masing-masing. Bangkit dan perbaiki mulai dari pribadi sendiri, keluarga, saudara, teman, dan masyarakat. Kita harus menemukan jatidiri bangsa ini. Ada pepatah mengatakan mulailah dari diri sendiri lalu orang di sekitar kita.

Cinta Sejati


Ilustrasi : katabijak.wordpress.com

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).
Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.
Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?
Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakarradhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahmanradhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita 
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dansubhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhukepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.
Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”
Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.
“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)
Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.
Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?
Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).”(Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102
“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)
Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه
“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.”(Muttafaqun ‘alaih)
Dan pada hadits lain beliau bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.
“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.
الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)
Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه
“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.
Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…
Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.
***
Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com
Dipublikasi ulang oleh Analis Muslim dari www.muslimah.or.id dengan sedikit perubahan
Footnote:
1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):
مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ
“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”

Saturday, June 1, 2013

Cara tidur yang benar dengan 9 manfaat secara medis

Ilustrasi : votreesprit.wordpress.com
Tidur adalah salah satu kebutuhan manusia untuk dapat beristirahat secara total. Banyak orang yang tidur namun setelah bangun tidak merasa segar, mungkin ini disebabkan cara tidur yang kurang tepat. Nah, salah satu adab tidur yang sehat dan banyak manfaatnya adalah dianjurkan untuk tidur miring ke kanan, dan banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan.
Berikut Manfaat Tidur Menghadap Ke Sebelah Kanan menurut Penjelasan Medis:

1. Mengistirahatka­n otak sebelah kiri.

Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya.

Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam.

Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis­ atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

2. Mengurangi beban jantung.

Posisi tidur kesebelah kanan yang rata, memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.

Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.

3. Mengistirahatka­n lambung.

Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.

Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.

4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas.

Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pankreas juga akan meningkat dengan posisi miring ke kanan.


5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.

Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lama selama tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB).

Dengan tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh. Jika sudah penuh, akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.

7. Mengisitirahatk­an kaki kiri.

Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki menempati posisi paling bawah. Dan aliran darah di kaki untuk kembali cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang

8. Menjaga kesehatan paru-paru.

Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik

9. Menjaga saluran pernafasan.

Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya­ dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.

Berdasarkan penjelasan 9 manfaat tidur miring ke kanan di atas membuktikan sungguh sangat sempurnanya agama islam, bahkan bukan hanya tidur tapi hal-hal yang bersifat sepele pun dijelaskan seperti memakai sendal,buang air ,bersin, menguap. Hebatnya hal-hal sepele yang Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan 14 abad silam menyimpan manfaat yang hanya bisa dijelaskan di abad sekarang waktu teknologi medis telah canggih.

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan).

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

Sungguh sangat sombong manusia, apabila manusia tidak mentaati Tuhannya Yang Maha Hidup lagi terus menerus dan tidak tertimpa rasa kantuk dan juga tidur. Sedangkan manusia hanyalah mahluk lemah yang apabila satu kegiatan ditinggalkan (seperti tidur yang kelihatannya sepele), ternyata dapat mengakibatkan dampak buruk bagi manusia itu sendiri sampai berujung kepada kematian. 

Twitter : @analismuslim

Sumber : Konsul Dokter

Friday, May 31, 2013

Alat Gelas Laboratorium

Ilustrasi : catatankimia.com
Gelas adalah suatu zat amorf  yang diperoleh dari mencampur bahan – bahan anorganik yang setelah dilebur pada suhu tinggi dan didinginkan menjadi benda padat. Berdasarkan jenis dan komposisi dari bahan anorganik yang menyusunnya, ada beberapa jenis gelas yaitu gelas biasa, gelas timbal, gelas borosilikat dan gelas leburan silika. Alat gelas yang digunakan di laboratorium ( Laboratory glassware ) umumnya merupakan gelas borosilikat. Gelas ini berasal dari kuarsa / silikat oksida berkualitas tinggi, boron oksida, aluminium oksida dan natrium oksida. Gelas jenis ini mempunyai angka muai yang tinggi oleh karena itu dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dan dapat direndam dalam air dingin atau es tanpa terjadi keretakan atau pecah. Selain itu gelas borosilikat juga tidak bereaksi dengan bahan kimia sehinga dapat digunakan sebagai gelas laboratorium. Di dalam perdagangan jenis gelas ini dikenal dengan merek seperti Pyrex, Yena, Vycor, duran, Schott, Assistant dan sebagainya.

twitter : @analismuslim

Penetapan Kadar Amoniak


Nitrit (N) dapat ditemui hampir di setiap badan air dalam bermacam-macam bentuk, bentuk tersebut tergantung dari tingkat oksidasinya. Atom nitrogen membentuk suatu senyawa-senyawa tertentu misalnya dalam bentuk NH3 (amoniak), gas N (nitrogen netral), NO2(nitrit), NO3 (nitrat).
Amoniak (NH3) adalah suatu senyawa yang tidak stabil, cepat terurai dalam bentuk NH4. Perubahan NH3 menjadi NH4 tergantung pada pH (pH basa). Kedua unsur tersebut ada dalam air daN disebabkan dari adanya zat-zat organik dan hasil peruraian mikrobiologi.
Pemeriksaan amoniak harus segera dikerjakan tidak boleh ditunda kecuali bila telah ditambahkan pengawet atau disimpan di kulkas ( tidak disimpan pada suhu kamar karena mudah teroksidasi oleh sinar matahari dan pengocokan).
Amoniak dapa diperiksa dengan metode Nessler berdasarkan Kolorimetri dengan prinsip ”Reagen nessler merupakan garam komplek yang sangat sensitif, akan bereaksi dengan amoniak dalam suasana basa yang akan membentuk ikatan kompleks berupa koloid atau kekeruhan berwarna kuning sampai coklat, semakin banyak kadar amoniak semakin tua warna yang terbentuk. Warna yang terbentuk dibaca pada panjang gelombang 425 nm, absorben sampel dibandingkan dengan absorben standar“

twitter : @analismuslim

Wednesday, May 22, 2013

AGD pada Kucing

Kita tentu tidak asing lagi dengan pemeriksaan astrup/AGD/Analis Gas Darah. Namun apa jadinya ya jika pemeriksaan AGD dilakukan pada kucing. Bagaimana ya hasilnya? Berikut jurnalnya :
Gas darah adalah salah satu pemeriksaan vital. Pengukuran gas darah ini sangat pentingdilakukan untuk evaluasi pasien, karena pada kondisi-kondisi kritis selalu berkaitan dengan gangguan sistem respirasi dan keseimbangan asam-basa. Ada dua jenis gas darah yaitu gas darah arteri dan vena, namun keduanya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tekanan oksigen.
Sherman et al (2006) melaporkan bahwa analisis gas darah vena lebih nyaman untuk pasien, murah, dengan risiko sangat kecil karena tidak menimbulkan nyeri. Selain itu, dengan darah vena selain dapat untuk mengukur gas darah juga dapat dilakukan pemeriksaan komponen darah lain, seperti pemeriksaan haemoglobin, kadar potasium, sodium, kalsium, gukosa, serta kadar laktat.
Wingfield et al., (1994), melaporkan hasil analisis gas darah menggunakan darah vena
dapat dikonversikan ke darah arteri pada anjing dengan rumus sebagai berikut:
1. Arterial pH = 0,039 + (0,961X Venous pH)
2. Arterial pCO2 = 7,735 + (0,572 X Venous pCO2)
3. Arterial HCO3 - = 0,538 + (0,845 X Venous HCO3)
Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini digunakan darah vena untuk analisis gas darah, mengingat pembuluh darah pada kucing sangat kecil dan tipis sehingga bila menggunakan darah arteri akan sulit. Nilai normal gas darah arteri pada kucing menurut Battaglia (2001) adalah pH: 7,36-7,44, pCO2: 33-45 mmHg, HCO3: 17-22 mmol/L. Salah  satu obat anestetik yang sering digunakan pada kucing adalah ketamin. Dalam penggunaannya ketamin mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya yaitu mempunyai mula kerja (onset of action ) yang cepat dan efek analgesik yang kuat serta aplikasinya cukup mudah, yaitu dapat diinjeksikan secara intramuskular. Namun, ketamin juga mempunyai kerugian yaitu tidak terjadi relaksasi otot sehingga dapat menimbulkan kekejangan dan depresi ringan pada saluran respirasi. Oleh karena itu, untuk mengurangi efek samping ketamin, penggunaannya sering dikombinasikan dengan obat premedikasi, seperti diazepam, midazolam, medetomidine, atau xylazin (Kilic et al., 2004).
Obat anestetik lain yang juga sering digunakan pada kucing adalah propofol. Obat ini masuk dalam golongan fenol. Dibandingkan dengan ketamin, waktu induksi dan masa pulih (recovery) lebih lembut pada propofol, selain itu redistribusi propofol ke jaringan juga lebih cepat dibanding ketamin. Namun, seperti halnya ketamin propofol juga mempunyai kekurangan, yaitu dapat menyebabkan depresi pernapasan dan penggunaannya pada kucing harus hati-hati karena akan menyebabkan penundaan masa pulih. Untuk metabolisme propofol dibutuhkan enzim glukoronidase dan pada kucing relatif sangat kecil kandungan glukuronil transferase hepatik sehingga dibutuhkan waktu lebih lama untuk eliminasi obat dari tubuh sebagai akibatnya terjadi penundaan waktu masa pulih.


Pustaka : Yudaniayanti, I.S., Triakoso, N., dan Galijono D., Analisis Gas Darah pada Kucingyang Mengalami Laparohisterotomi dengan Anestesi Xylazin-Ketamin dan Xylazin-Propofol, Jurnal Veteriner Maret 2011, Vol. 12 No. 1: 13-18, Departemen Klinik Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, Surabaya, 2011

Bahaya Monosodium glutamat (MSG) terhadap hepar

Ilustrasi : mostlygrocery.com

Monosodium glutamat (MSG)  merupakan salah satu bahan aditif sintetis  yang banyak digunakan oleh manusia  sebagai penyedap rasa pada makanan. Penggunaan MSG terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun (Elpiana, 2011). Penggunaan MSG dalam jumlah  optimal dapat bermanfaat meningkatkan transmisi impuls syaraf untuk mendukung  fungsi koordinasi dan regulasi, namun penggunaan dalam jumlah yang berlebihan dapat berdampak pada efek sitotoksik dan mengakibatkan terjadinya stres oksidatif (Noor dan Mourad, 2010).
Salah satu organ yang diketahui  bersifat rentan terkena stres oksidatif akibat induksi MSG secara berlebihan adalahhepar (Pavlovic et al. 2007). 

Bukti penelitian melaporkan, pemberian MSG 400 mg/bb/hr pada tikus jantan memperlihatkan adanya perubahan histologi berupa nekrosis, hemoragi pada hepatosit, dan kongesti sinusoid yang ditandai peningkatan jumlah sel Kupffer pada hepar. Pengaruh MSG pada hepar juga  diteliti Bhattacharya et al. (2011) dengan menggunakan mencit yang diberi MSG dosis 2 mg/bb/hr selama 75 hari secara oral.

Hasil penelitian menemukan adanya perubahan histologi pada hepar, yang meliputi kerusakan inti hepatosit, inflamasi, dan peningkatan diameter hepatosit. Berbagai cara telah dilakukan dalam upaya menurunkan resiko penurunan fungsi organ tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas akibat induksi MSG. Dimitrios (2006) menyatakan bahwa pemberian antioksidan dapat menurunkan produksi radikal bebas di dalam tubuh. Berbagai macam antioksidan meliputi, superoksida dismutase, katalase, glutation peroksidase, vitamin A, D, E, dan C, namun penggunaan antioksidan tersebut masih terkendala oleh keterbatasan bahan dan harga yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

Pustaka : Anindita, Reza and Soeprobowati, T.R. and Suprapti, N.H. (2012) POTENSI TEH HIJAU (Camelia sinensis L.) DALAM PERBAIKAN FUNGSI HEPAR PADA MENCIT YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG). ANATOMI dan FISIOLOGI, XX (2). pp. 15-23. ISSN 0854-5367